BUKAN PROFESI, CUMA SEKEDAR HOBI

Posts tagged “wedung

Menyepelekan Analisa Tingkat Kepadatan Tanah, Fatal Akibatnya!!

Pengerjaan bangunan tanpa mempertimbangkan / menghitung tingkat kepadatan tanah dimana bangunan tersebut akan didirikan bisa berakibat fatal, dan tidak jarang efek buruk dari kecerobohan tersebut terjadi ketika bangunan sudah selesai & ditempati.
Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam membangun pondasi
agar bangunan bisa berdiri tanpa bergeser maupun ambles, antara lain kita harus memperhatikan faktor struktur lahan, tingkat kepadatan tanah, & daya serap air. Perlakuan pada lahan bakal bangunan, jenis pondasi yang akan dipakai & tingkat kedalamannya pun akan berbeda menyesuaikan jenis tanahnya.
Lihat gambar dibawah ini:
GambarBangunan diatas belum lama selesai pengerjaannya, mungkin baru beberapa bulan, dan kondisinya baik-baik saja.
Sampai suatu ketika hujan deras mengguyur seharian dan air banyak menggenangi tanah sekitar bangunan, tiba-tiba…… (lebih…)

Iklan

Sekilas Tentang Wedung Part II

Artikel ini sambungan dari artikel sebelumnya, yakni tentang Wedung 😀
Kali ini tentang sejarah asal mula nama Wedung

Simak baik-baik ya!
*guru sejarah mode ON 😆

Pada akhir abad ke-15, masa pembangunan Masjid Agung Demak membutuhkan 4 buah tiang jati (Soko) yang awalnya semua adalah dari Muria Kudus yang dibawa dari Kudus melalui jalur laut mengunakan getek , getek pambawa kayu jati dari hutan Muria terdampar di Kepulauan Gajah-Oyo karena ombak besar. Setelah diteliti, ternyata hanya tersisa 3 dari 4 gelondong tiang jati (soko). Saat para pekerja ingin memperbaiki geteknya, “wadungnya” (tali berukuran besar) tidak ada, diperkirakan jatuh tercebur di perairan Kepulauan Gajah-Oyo. Kemudian mereka berinisiatif membuat jaring untuk “ngrikit” (dari tali-temali yang ada, yang berbentuk jaring seret yang ditarik bersama menelusuri (ngrikiti) gugusan-gugusan tepi pulau) guna menjaring satu gelondong kayu dan wadung yang hilang. Namun, apa yang dicari tak kunjung ditemukan meski sudah “digribig” (dijaring secara merata). Akhirnya, gethek berhenti di desa ujung-timur bagian selatan yang kemudian dinamakan Desa Gribigan.

Dan rakyatnya, para kaum nelayan, menggunakan jaring krikit, yang ditarik bersama menyusuri pantai sampai (lebih…)


Sekilas Tentang Wedung Part I

Dalam artikel ini cahwedung ingin memperkenalkan sedikit tentang kampung halaman kami yaitu kecamatan Wedung (promosi) 😆
Kali aja pengunjung blog cahwedung ada yang tertarik untuk main ke wedung dan ingin melihat bagaimana wilayah yang dulunya pada abad ke-12 masih merupakan sekumpulan pulau-pulau kecil dan perlahan-lahan mengalami sendimentasi hingga kini menjadi sebuah daratan luas, dengan sedikit jejak-jejak sejarah dari kerajaan-kerajan dijawa pada masa jayanya dulu. Dan kali aja anda yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng tapi belum laku masih jomblo bisa menemukan jodohnya di wedung :mrgreen:

Wedung adalah sebuah kecamatan di kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kecamatan Wedung merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Demak yang terletak di pesisir pantai laut jawa dengan luas wilayah seluas 93.876 ha merupakan 11 persen dari seluruh wilayah di Kebupaten Demak. Oleh karena itu Kecamatan Wedung merupakan Kecamatan yang memiliki luas wilayah paling lebar di Kabupaten Demak. Tanah di Kecamatan Wedung terdiri dari 5.457 ha tanah sawah dan 4.419 ha tanah kering. Dengan jumlah penduduk sebesar 80.827 jiwa (berdasar data dari Badan Pusat Statistik) yang terdiri dari 39.305 laki-laki dan 41.522 perempuan.


(lebih…)