BUKAN PROFESI, CUMA SEKEDAR HOBI

Terpaksa dipepetin ke tembok……


Sering sekali saya melihat fenomena pria kencing dipepetin ke tembok, baik yang diWC umum maupun kamar mandi pribadi yang ga ada urinoir / urinalnya, itu terlihat dari jejak siraman basah ditembok ataupun dinding bak dikamar mandi.

Bagi sesama kaum pria, hal tersebut terlihat lumrah. Tapi bagi kaum wanita mungkin pernah bertanya-tanya kenapa mesti dikucurin ke tembok ya? Kenapa ga langsung ke lantai aja? Dasar jorok!! Mungkin begitu pikirnya.
Bahkan orang tua saya sendiri suka negur kalau lihat saya (waktu kecil) pipis dipepetin ketembok kamar mandi. Kata beliau “ga sopan kencing sambil berdiri!”, dan saya pun disuruh pipis sambil jongkok…. hiks,, aku kan bukan anak cewek….. :,(

Malahan, saya pernah menjumpai kamar mandi umum ada coretan tebal dengan spidol: “JANGAN KENCING DITEMBOK KECUALI A*JING “, walahh… Mungkin saking kesalnya dengan bau pesing yang tertinggal kali ya…๐Ÿ˜†

Perlu diketahui, pria cenderung lebih nyaman jika kencingnya sambil berdiri. Selain praktis (tinggal buka resleting celana), juga ga perlu jongkok (risih melorotin celananya), aliran keluarnya juga terasa lebih lancarr…..:mrgreen: Dan kebiasaan tersebut susah sekali dirubah…
Tapi, jika air seninya langsung dikucurin ke lantai tentu akan nyiprat kemana-mana (alias ga punya otak), maka lebih baik dialirin kebawah melewati tembok dulu agar bisa mengalir kelantai dengan mulus & minim cipratan.
Sayangnya sebagian pria tidak membasahi dulu tembok yang akan jadi sasarannya. Akibatnya bau pesing pun tetap ada pada bekas “siraman” air seninya meskipun udah diguyur dengan air se-ember sekalipun:mrgreen: (paling jengkel kalau nemu kayak beginian, pengen saya kutuk aja “burung”nya biar jadi batu digigit semut)๐Ÿ˜›

Hal tersebut terjadi karena secara logika, tembok yang masih kering tentu daya serapnya tinggi. Jika langsung dikencingin yaa…..meresap sampe kedalam-dalamnya deh…:mrgreen: Meskipun temboknya keramik pun tetap menyerap!! Ingat itu!!๐Ÿ˜€
Lain ceritanya kalau sebelumnya udah disiram dulu dengan air bersih, karena tembok yang udah basah tidak akan terlalu banyak menyerap “cairan pesing” anda๐Ÿ˜€ , dan dengan sedikit siram pun bau pesingnya bisa langsung hilang. Kecuali kalau emang kencing anda bau pesingnya keterlaluan yaa….harus disiram yang banyak,, pake cairan penghilang bau kalau perlu….:mrgreen: Dan sepertinya anda perlu merubah menu makanan anda agar bau “cairan” anda ga menyengat๐Ÿ˜†

Buat kaum pria, sah sah aja kalau mau kencing ditembok, asal temboknya dibasahin dulu…. (itu kalau anda pria yang waras):mrgreen:
Buat kaum wanita, sekarang udah tau kan alasan kenapa pria kencingnya suka dipepetin ke tembok….!๐Ÿ˜€

Celakanya, di era modern seperti sekarang, perancang urinoir / urinal (mungkin) saking pintarnya sampe melupakan perlunya menyiram urinal terlebih dahulu sebelum pipis, bahkan menganggap tidak perlu mencuci “burung” setelah pipis, yaitu dengan membuat urinal otomatis (tanpa ada tombol / kran) yang akan mengeluarkan air seperlunya setelah sensornya mendeteksi bahwa orang yang pipis tersebut udah pergi. Jadi urinal tersebut tidak akan keluar air sebelum si “pelaku” selesai pipis. Lha trus ceboknya gimana eeuuuyyy…. :O
Lain halnya dengan urinal manual, yang bisa keluar airnya kapan saja sesuka kita dengan memencet tombol airnya pun mengalir.

urinal / urinoir otomatis vs manual

Kalau model urinal untuk wanita yang suka berlama-lama dikamar kecil karena sambil ngegosip, yang cocok ya urinal model yang begini::mrgreen:

Ingat ya, menyiram sampai bersih setelah pipis itu penting!
Tapi lebih penting lagi siram dulu tempatnya sebelum dipipisin!

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s