BUKAN PROFESI, CUMA SEKEDAR HOBI

Sekilas Tentang Wedung Part II

Artikel ini sambungan dari artikel sebelumnya, yakni tentang Wedung😀
Kali ini tentang sejarah asal mula nama Wedung

Simak baik-baik ya!
*guru sejarah mode ON😆

Pada akhir abad ke-15, masa pembangunan Masjid Agung Demak membutuhkan 4 buah tiang jati (Soko) yang awalnya semua adalah dari Muria Kudus yang dibawa dari Kudus melalui jalur laut mengunakan getek , getek pambawa kayu jati dari hutan Muria terdampar di Kepulauan Gajah-Oyo karena ombak besar. Setelah diteliti, ternyata hanya tersisa 3 dari 4 gelondong tiang jati (soko). Saat para pekerja ingin memperbaiki geteknya, “wadungnya” (tali berukuran besar) tidak ada, diperkirakan jatuh tercebur di perairan Kepulauan Gajah-Oyo. Kemudian mereka berinisiatif membuat jaring untuk “ngrikit” (dari tali-temali yang ada, yang berbentuk jaring seret yang ditarik bersama menelusuri (ngrikiti) gugusan-gugusan tepi pulau) guna menjaring satu gelondong kayu dan wadung yang hilang. Namun, apa yang dicari tak kunjung ditemukan meski sudah “digribig” (dijaring secara merata). Akhirnya, gethek berhenti di desa ujung-timur bagian selatan yang kemudian dinamakan Desa Gribigan.

Dan rakyatnya, para kaum nelayan, menggunakan jaring krikit, yang ditarik bersama menyusuri pantai sampai dengan lahirnya jaring trol atau jaring pukat harimau. Kemudian tempat ini disebut Kepulauan Wadung (seiring perkembangan masyarakat dan masing-masing pulau menjadi pedesaan, Kepulauan Wadung menjadi Pedesaan Wedung, dan akhirnya menjadi Desa Wedung). Kemudian getek pembawa kayu jati untuk tiang masjid agung demak tersebut melanjutkan perjalanannya dengan hanya membawa 3 tiang. Saat pembangunan dimulai, dengan terpaksa Sunan Kalijaga menyusun satu soko dari beberapa potongan kayu yang dirakit dengan tali yang disebut soko tatal.


Pada awal abad Masehi (sekitar abad keempat Masehi) Hinduisme sudah masuk ke Kepulauan Nusantara Indonesia di sebuah kerajaan di Kalimantan Timur dengan rajanya yaitu Mulawarman. Berlanjut dengan Kerajaan Tarumanegara dengan rajanya yaitu Purnawarman yang tertuang dalam Prasasti Batu Tulis.Pada masa tersebut terdapat Pertapa Begawan Abiyoso yang bertapa di Puncak Songolikur di bukit Gunung Muria dan memiliki seorang puteri yang memiliki kelainan. Puteri tersebut sangat cantik namun keringatnya berbau amis. Akibatnya puteri tersebut selalu saja gagal dilamar oleh ksatria. Akhirnya puteri tersebut diasingkan di suatu pulau kecil, yaitu di sebelah utara Kepulauan Gajah-Oyo yang akhirnya dinamakan Berahan, dan kini menjadi desa Berahan.

Pada awal abad ketiga belas (1230 M), suatu bangunan unik dibangun di Wedung, yaitu suatu bangunan Balai Romo dengan luas 10×20 m3 tanpa dinding dan pagar. Bangunan tersebut adalah bangunan terbuka dengan empat pintu penjuru di timur, barat, selatan, dan utara. Dalam legenda cerita lisan dinyatakan bahwa bangunan itu dibangun oleh Raja Kediri yang mengharapkan bangunan itu sebagai tempat persinggahan, rekreasi, dan tempat musyawarah khusus.

*Sampai sekarang bangunan Balai Romo masih ada lho🙂

Mau tahu lebih lengkapnya sejarah tentang wedung? silahkan klik disini atau disini, atau lebih asik lagi kalau bisa main langsung ke tempatnya😉

4 responses

  1. faza jetak

    di wedung pd zaman dl bnyk di jdkn obyek cerita kerajaaan,hrsnya cucu moyang bs melestariknny,tp knyataanya nm wedung tdk menggema!!

    26 November 2011 pukul 1:30 PM

    • cucu moyangnya ga pandai bercerita sejarah kerajaan mas faza:mrgreen:
      hehe

      30 November 2011 pukul 1:46 PM

  2. vicky

    ms ceritanya kok beda sama sejarah desa berahan

    28 November 2013 pukul 10:07 PM

  3. wahh ceritanya gituu yaaaa..

    16 Februari 2016 pukul 12:59 AM

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s